Total hasil tangkapan jenis ikan
SDSN : -
Deskripsi Dataset
Dataset ini dihasilkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan yang dirilis dalam periode Tahunan. Dataset ini berisi Jumlah total tangkapan dari jenis ikan tertentu selama periode waktu yang ditentukan
Metadata yang ada dalam dataset ini :
| Topik | Kelautan dan Perikanan |
| Kontributor | Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan |
| Kontak Kontributor | - / - |
| Jadwal Rilis | Tahunan |
| Tingkat Penyajian Dataset | Kabupaten |
| Satuan Dataset | Ton |
| Dimensi Dataset | - |
| Jenis | Data Prioritas |
| Dataset Dibuat | 13 April 2026 |
| Dataset Diperbarui | 17 Juni 2026 |
Variabel yang ada dalam dataset ini :
| No. | Variabel | Definisi |
|---|---|---|
| 1. | Banyar | ikan pelagis (hidup di perairan terbuka) berukuran sedang, masih satu kelompok dengan tuna dan tongkol, yang banyak ditemukan di perairan tropis seperti Indonesia |
| 2. | Layang benggol | salah satu jenis ikan layang yang umum ditangkap di perairan Indonesia, dan termasuk dalam keluarga Carangidae (ikan-ikan pelagis kecil seperti selar dan kembung) |
| 3. | Lemuru | ikan pelagis kecil yang sangat dikenal di Indonesia, terutama di perairan Bali dan Jawa Timur, dan termasuk keluarga sarden |
| 4. | Selar komo | salah satu jenis ikan selar (keluarga Carangidae) yang hidup di perairan laut tropis dan sering dikonsumsi di Indonesia. |
| 5. | Semar | sebutan lokal di Indonesia untuk ikan laut yang memiliki bentuk tubuh unik menyerupai segitiga |
| 6. | Tuna mata besar | salah satu jenis tuna bernilai ekonomi tinggi yang banyak ditangkap di perairan tropis dan samudra dalam |
| 7. | Tuna sirip biru selatan | salah satu jenis tuna terbesar dan paling bernilai tinggi di dunia, terutama untuk pasar sashimi premium. |
| 8. | Tuna gigi anjing | ikan laut besar yang dikenal karena giginya yang tajam dan kuat, serta merupakan predator aktif di perairan tropis. |
| 9. | Madidihang | salah satu jenis tuna yang paling umum ditangkap di Indonesia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. |
| 10. | Tongkol abu-abu | salah satu jenis ikan tongkol yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan termasuk kelompok tuna kecil. |
| 11. | Tongkol komo | salah satu jenis tongkol (tuna kecil) yang umum ditemukan di perairan Indonesia dan sering dikonsumsi masyarakat |
| 12. | Tongkol Krai | salah satu jenis tongkol yang umum di perairan Indonesia dan termasuk kelompok tuna kecil |
| 13. | Lisong | ikan laut dari kelompok tuna kecil yang bentuk tubuhnya ramping seperti cerutu (panjang dan silindris) |
| 14. | Slengseng | sebutan lokal di Indonesia untuk ikan laut kecil yang termasuk dalam kelompok ikan layang (keluarga Carangidae) dan hidup bergerombol di perairan terbuka |
| 15. | Cakalang | ikan laut pelagis dari famili Scombridae (kelompok tuna) yang memiliki kemampuan berenang cepat, hidup bergerombol, dan tersebar luas di perairan tropis hingga subtropis |
| 16. | Ikan Layaran | ikan predator laut dari kelompok billfish yang hidup di perairan tropis dan subtropis, memiliki tubuh ramping, paruh panjang seperti tombak, serta sirip punggung besar seperti layar yang menjadi ciri khasnya |
| 17. | Manyung | spesies ikan bertulang belakang (vertebrata) dari kelas Actinopterygii yang hidup di perairan laut hingga payau, memiliki ciri khas berupa sungut (kumis) di sekitar mulut, dan beradaptasi sebagai ikan dasar (demersal). |
| 18. | Ikan Sebelah | kelompok ikan laut yang memiliki bentuk tubuh pipih dan kedua matanya berada di satu sisi tubuh, sebagai hasil adaptasi hidup di dasar perairan |
| 19. | Kuwe | kelompok ikan laut dari keluarga Carangidae yang dikenal sebagai ikan pelagis kuat, bertubuh pipih, dan banyak ditemukan di perairan tropis Indonesia |
| 20. | Bawal Putih | spesies ikan laut dari kelas Actinopterygii yang termasuk dalam famili Stromateidae, dengan ciri tubuh pipih lateral, berwarna perak, dan beradaptasi hidup di perairan laut tropis hingga subtropis. |
| 21. | Peperek | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh terkompresi lateral, sistem mulut protraktil untuk menangkap makanan, serta termasuk ikan demersal yang hidup di perairan pantai berlumpur atau berpasir |
| 22. | Kakap putih | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang, bersisik, dan bersifat euryhaline (mampu hidup di berbagai tingkat salinitas), serta termasuk ikan predator pada ekosistem perairan tropis |
| 23. | Kakap Batu | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh kokoh, mulut besar, dan beradaptasi hidup di lingkungan terumbu karang sebagai predator demersal |
| 24. | Kurisi | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang, bersisik halus, serta beradaptasi sebagai ikan demersal di perairan laut tropis dengan kebiasaan hidup di dasar berpasir atau berlumpur |
| 25. | Kuniran | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang, bersisik, serta beradaptasi sebagai ikan demersal dengan kemampuan menggunakan sungut (barbel) untuk mendeteksi makanan di dasar perairan |
| 26. | Biji nangka | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang, bersisik halus, serta beradaptasi sebagai ikan pelagis-karang yang hidup berkelompok di perairan tropis |
| 27. | Biji Nangka karang | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh ramping, bersisik halus, dan beradaptasi sebagai ikan pelagis yang berasosiasi dengan terumbu karang serta hidup dalam kelompok besar |
| 28. | Swanggi / Mata Besar | ikan laut dari kelas Actinopterygii yang memiliki ciri khas mata besar, tubuh pipih, dan hidup sebagai ikan demersal di perairan tropis, terutama di sekitar dasar laut atau karang |
| 29. | Gulamah/Tigawaja | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang, bersisik, serta beradaptasi sebagai ikan demersal di perairan laut hingga estuari, dengan kemampuan menghasilkan suara melalui organ gelembung renang |
| 30. | Alu-alu/Manggila/Pucul | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang, rahang kuat dengan gigi tajam, serta beradaptasi sebagai predator pelagis di perairan laut tropis |
| 31. | Layur | organisme vertebrata akuatik dari kelas Actinopterygii yang memiliki tubuh memanjang seperti pita, tidak bersisik nyata, serta beradaptasi sebagai ikan pelagis–demersal yang hidup di perairan laut tropis hingga subtropis |
| 32. | Pari kembang/ Pari macan | ikan laut bertulang rawan (kelas Chondrichthyes) dari kelompok pari (stingray) yang memiliki tubuh pipih lebar dan sering bercorak totol seperti macan |
| 33. | Pari kelelawar | h organisme vertebrata akuatik dari kelas Chondrichthyes yang memiliki tubuh gepeng dorsoventral dengan sirip dada melebar seperti sayap, serta beradaptasi sebagai ikan pelagis–demersal di perairan laut tropis |
| 34. | Pari hidung sekop | organisme vertebrata akuatik dari kelas Chondrichthyes yang memiliki tubuh memanjang dengan bagian kepala melebar menyerupai sekop, serta beradaptasi sebagai ikan demersal di dasar perairan laut. |
| 35. | Pari kelelawar | ikan laut bertulang rawan yang memiliki tubuh lebar dan pipih menyerupai sayap kelelawar, serta dikenal karena cara berenangnya yang seperti mengepak |
| 36. | Pari Hidung sekop | organisme vertebrata akuatik dari kelas Chondrichthyes yang memiliki rangka kartilago (tulang rawan), tubuh memanjang dengan disk (cakram) bagian depan yang melebar, serta hidup di dasar perairan laut sebagai predator bentik |
| 37. | Pari lainnya | organisme vertebrata akuatik dari kelas Chondrichthyes yang memiliki tubuh gepeng secara dorsoventral, sirip dada melebar seperti sayap, serta beradaptasi hidup sebagai ikan demersal maupun pelagis di perairan laut |
| 38. | Lobster Mutiara | organisme avertebrata akuatik dari kelas Malacostraca yang memiliki tubuh bersegmen, eksoskeleton keras, serta termasuk dalam kelompok krustasea laut yang hidup di dasar perairan (bentik) |
| 39. | Kerang Hijau | organisme avertebrata akuatik dari filum Mollusca, kelas Bivalvia, yang memiliki dua cangkang (bivalve), hidup menetap dengan cara menempel pada substrat menggunakan benang byssus, serta berperan sebagai filter feeder di perairan laut. |
| 40. | Cumi-cumi | hewan laut dari kelompok moluska yang memiliki tubuh lunak, tidak bercangkang luar, serta termasuk dalam kelas Cephalopoda yang dikenal dengan kemampuan berenang aktif dan menyemprotkan tinta. |
| 41. | Sotong | hewan laut dari kelompok moluska kelas Cephalopoda yang memiliki tubuh lunak dengan cangkang dalam (tulang sotong/cuttlebone) dan kemampuan menghasilkan tinta sebagai mekanisme pertahanan. |
| 42. | Gurita | hewan laut dari kelompok moluska kelas Cephalopoda yang memiliki tubuh lunak tanpa cangkang dan delapan lengan (tentakel) dengan alat pengisap (sucker) |
API Service
Klik Tombol Dibawah ini untuk mengunduh dataset
Data
| No. | Kode Referensi | Area | Periode | Banyar | Layang benggol | Lemuru | Selar komo | Semar | Tuna mata besar | Tuna sirip biru selatan | Tuna gigi anjing | Madidihang | Tongkol abu-abu | Tongkol komo | Tongkol Krai | Lisong | Slengseng | Cakalang | Ikan Layaran | Manyung | Ikan Sebelah | Kuwe | Bawal Putih | Peperek | Kakap putih | Kakap Batu | Kurisi | Kuniran | Biji nangka | Biji Nangka karang | Swanggi / Mata Besar | Gulamah/Tigawaja | Alu-alu/Manggila/Pucul | Layur | Pari kembang/ Pari macan | Pari kelelawar | Pari hidung sekop | Pari kelelawar | Pari Hidung sekop | Pari lainnya | Lobster Mutiara | Kerang Hijau | Cumi-cumi | Sotong | Gurita |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | 3509 | Kabupaten Jember | 2026 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |